Pages

Kiat Jitu Investasi - Sabar & Rutin


Sudah siapkah Anda untuk pensiun? Bila pertanyaan ini dilontarkan kepada para karyawan sebagian besar biasanya menjawab; Belum. Padahal selama ini mereka sudah giat bekerja mencari gaji namun sangat sedikit yang bisa diinvestasikan.

Masalah pengeluaran gaya hidup yang lebih besar dari gajinya dan kebiasaan tambal sulam dengan ngutang, nampaknya menjadi halangan karyawan untuk bisa berinvestasi. Belum lagi pemahaman bahwa investasi itu berisiko dan harus dalam jumlah besar. Semua itu mengakibatkan karyawan merasa madesu alias masa depan suram. Karena tidak bisa berinvestasi.

Padahal dengan gaji pas-pasan karyawan bisa investasi kok. Yang penting rutin dan sabar. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Tapi tentunya mereka harus menambah pengetahun tentang cara-cara berinvestasi dan produk-produk investasi. Kalau begitu investasi apa sajakah yang layak dipertimbangkan para karyawan atau PNS ? Berikut ini adalah pilihan-pilihannya :

Tabungan Berjangka & Deposito Bagi para karyawan yang mengutamakan keamanan uangnya,  Tabungan Berjangka dan Deposito dari bank adalah produk simpanan yang tepat untuk mulai berinvestasi. Walau keuntungannya kecil namun paling aman, sebab bank mengelola bisnisnya dengan hati-hati. Ditambah lagi adanya jaminan pemerintah terhadap simpanan nasabah . Namun bukan sembarang tabungan , hanya tabungan berjangka dan deposito saja yang cocok dijadikan sarana investasi.

Kedua produk ini menjanjikan pendapatan bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Selain itu adanya jangka waktu membuat investor tidak sembarangan mencairkan dananya, sehingga menjadi lebih disiplin. Tabungan Pendidikan, Tabungan Terencana adalah  jenis jenis produk yang biasa digunakan Bank untuk Tabungan Berjangka waktu 1-3 tahun. Sementara Deposito tersedia dari jangka waktu 1,3,6,12 bulan. Tabungan Berjangka maupun Deposito karena return investasinya kecil cocoknya  digunakan untuk tujuan investasi jangka pendek di bawah 1 tahun.

Reksa Dana Reksa Dana adalah suatu cara berinvestasi secara kolektif, dimana dana para  investor yang terkumpul dikelola oleh manajer investasi kemudian ditempatkan ke dalam atau dibelikan instrumen-instrumen investasi seperti tabungan, deposito, SBI, obligasi dan saham, sehingga membentuk suatu portfolio investasi. Berdasarkan portfolio investasinya maka ada 4 jenis reksa dana, yaitu :

  1. reksa dana pasar uang : portfolio investasi hampir 80% ke dalam tabungan, deposito dan SBI
  2. reksa dana pendapatan tetap : portfolio investasi hampir 80% kedalam obligasi
  3. reksa dana campuran : portfolio investasi  50% saham, sisanya tabungan, deposito, SBI, dan obligasi 
  4. reksa dana saham  : portfolio investasi hampir 80% ke dalam saham


Para karyawan yang mencari tingkat pertumbuhan investasi beragam mulai dari yang paling moderat  sampai yang paling tinggi dapat memilih Reksa Dana di berbagai jenis kategorinya. Contohnya dari ke empat jenis reksa dana tersebut maka dapat Anda lihat bahwa reksa dana dengan portfolio investasinya 80% bukan pada  tabungan, deposito dan SBI berpeluang  lebih baik dalam menghasilkan return investasi yang lebih tinggi dari pada investasi pada produk-produk bank. Demikian pula sebaliknya, Reksa Dana dengan portfolio investasi 80% pada produk bank dan instrument Pasar Uang ( SBI) cenderung lebih kecil return investasinya namun  risikonya kecil karena dalam jangka pendek tidak berflutuasi.

Jadi karyawan dengan tujuan keuangan jangka pendek bisa memilih Reksa Dana Pasar Uang, untuk tujuan keuangan jangka menengah bisa memilih Reksa Dana Pendapatan tetap. Sementara Reksa Dana Campuran bisa dipilih jika tujuan keuangan Anda jangka menengah panjang (3-5 tahun). Untuk tujuan investasi jangka panjang Reksa Dana Saham paling cocok, misalnya untuk persiapan pensiun atau biaya kuliah anak.

Emas Keuntungan  berinvestasi dalam bentuk emas adalah karena harga emas sudah terbukti mampu bertahan dalam segala situasi ekonomi.  Dalam  situasi ekonomi yang memburuk biasanya diiringi dengan kerusuhan sosial bahkan perang dengan mempertimbangkan  faktor keamanan dan mengantisipasi turunnya nilai mata uang maka orang pun menukar uangnya dengan emas. Tetapi jika dicermati , kendati tidak ada krisis ekonomi  harga emas dari waktu ke waktu turut pula meningkat.

Hal ini disebabkan karena  inflasi atau kenaikan harga barang-barang termasuk juga harga emas dan jasa hampir selalu  terjadi. Sehingga selama inflasi terjadi dapat dipastikan harga emas akan terus meningkat dan makin tinggi inflasi di suatu negara makin mahal pula harga emas per gramnya.

Karyawan bisa membeli emas dalam jumlah tertentu saja misalnya 10% dari total dana investasi. Tidak perlu semua dalam bentuk emas, karena risiko menyimpan dan merawatnya. Hati-hati terhadap penipuan berkedok investasi emas yang marak terjadi belakangan ini. Jangan mudah tertipu skema pemilikan emas dengan harga jauh diatas harga pasar dengan keuntungan  pendapatan tetap berupa bunga yang sangat tinggi. Suatu skema investasi yang keuntungannya tidak wajar, pasti penipuan !

Memulai Usaha Rumahan Orang saat ini semakin sadar untuk tidak menggantungkan hidupnya hanya dari satu sumber penghasilan. Mempunyai multi income adalah salah satu  jawaban dari berbagai masalah finansial keluarga. Karena itu kecenderungan untuk memulai bisnis dari rumah semakin meningkat. Selain dipandang sebagai kesempatan  mendapatkan penghasilan tambahan, bisnis rumahan  juga meupakan salah satu cara berinvestasi yang bisa menghasilkan return tinggi. Mengapa demikian?

Anda pasti setuju jika berinvestasi ke dalam  saham potensi keuntungannya sangat tinggi tetapi dibarengi dengan resiko kerugian yang tinggi pula. Tingginya return investasi saham hanya bisa disamai oleh investasi langsung ke suatu jenis usaha tertentu, meski pun kemungkinan Anda akan merugi bila usaha tidak berjalan dengan baik.

Usaha rumahan banyak dijalankan karyawan karena lebih flexible baik dari segi modal dan waktu. Ada banyak jenis usaha yang bisa dilakukan dari rumah namun hanya barang dan jasa yang mampu memenuhi kecenderungan oranglah yang akan menarik. Saat ini orang cenderung ingin lebih menikmati hidupnya, lebih memperhatikan penampilan diri sebagai bagian dari profesi,  orang juga lebih apresiatif terhadap seni. Karena itu usaha-usaha rumahan seperti jahit-menjahit, florist, kecantikan & perawatan diri, juga kerajinan tangan akan banyak dibutuhkan orang. Usaha makanan kecil yang lebih mengutamakan citarasa dan bentuk yang cantik juga akan semakin banyak peminatnya.