Pages

Investasi Perikanan Budidaya Lebih Menjanjikan Dibandingkan Ikan Tangkap


Lembaga riset internasional Ipsos Business Consulting menyatakan bahwa investasi sektor perikanan di bidang budidaya lebih menjanjikan dibandingkan di bidang tangkap ikan.

Senior Consultan IpsosBusiness Consulting Juanri mengungkapkan, produksi rata-rata pertumbuhan produksi perikanan budidaya dari tahun 2011-2014 tumbuh 13,7 persen. Nilai itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produksi tang
kap ikan yang hanya tumbuh 3,7 persen.
"Problem perikanan tangkap banyak seperti over fishing danillegal fishing," ujarnya dalam acara Media Briefing hasil studi Ipsos Business Consulting, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Juanri juga mengungkapkan nilai ekspor hasil perikanan budidaya juga lebih besar dibandingkan hasil perikanan tangkap. Dari data Ipsos nilai ekspor budidaya seperti udang tahun 2014 mencapai 1,5 juta dollar AS atau Rp 19,8 milar.

Kemudian, bandingkan dengan nilai ekspor ikan tangkap periode yang sama hanya 1,03 juta dollar AS atau Rp 13,6 miliar.

"Walaupun secara kuantitas ekspor udang lebih sedikit dibandingkan ikan tangkap, tetapi punya nilai jual yang besar," ucapnya.

Oleh karena itu, kata Juanri, investasi di sektor perikanan bidang budidaya sangat menguntungkan. Apalagi, kata dia, harga perikanan budidaya seperti udang per kilo gram (kg) lebih mahal dibandingkan ikan tangkap.

"Jadi harga udang itu Rp 75.000 per kilogram, sedangkan harga ikan tangkap semuanya Rp 30.000 per kilogram. Sehingga, investasi dibisnis ini sangat menjanjikan," tandas dia.


7 Hal yang Bukan Hak Investor Reksa Dana


Sebagai nasabah, tentu saja seorang investor reksa dana berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik dari manajer investasi atau agen penjualnya.

Meski demikian, investor juga harus memahami bahwa tidak semua permintaannya dapat dipenuhi. Berikut ini adalah hal-hal yang bukan hak investor reksa dana.

Sebagai seorang investor reksa dana, mendapatkan pelayanan yang berkualitas dari manajer investasi dan agen penjual adalah sesuatu yang sangat wajar. Meski demikian, tetap ada batasan-batasan sehingga tidak semua permintaan investor dapat dilayani.

Berikut ini adalah hal-hal yang bukan menjadi hak investor reksa dana :

1. Meminta laporan keuangan Manajer Investasi
Laporan keuangan reksa dana yang berisi audit akan kinerja reksa dana terkini merupakan hak investor. Namun, tidak dengan laporan keuangan perusahaan pengelolanya.
Kecuali, manajer investasi merupakan perusahaan terbuka yang diwajibkan untuk publikasi laporan keuangan, maka adalah bukan hak investor untuk mendapatkan laporan keuangan perusahaan.

2. Mengikuti RUPS yang sahamnya dimiliki dalam reksa dana
Sebagai pemegang saham, walaupun sedikit, investor biasanya diperkenankan untuk hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan ikut memberikan suara. Ketika berinvestasi di reksa dana, secara tidak langsung, investor juga akan menjadi sebagian daripada pemilik saham yang menjadi portofolio reksa dana saham.
Meski demikian, investor reksa dana tidak memiliki hak untuk datang dan memberikan suara pada RUPS kecuali memiliki sahamnya langsung.

3. Memberikan arahan dan batasan kebijakan kepada Manajer Investasi
Terkadang sebagai pemegang unit penyertaan dalam jumlah yang besar atau ketika melihat kinerja reksa dananya tidak memuaskan, walaupun sangat kecil, terdapat sejumlah investor yang memberikan kritik atau bahkan mengarahkan manajer investasi untuk melakukan perubahan strategi.

Hal ini bukan merupakan hak investor karena dalam pengelolaan reksa dana, manajer investasi diberikan hak untuk mengelola secara mutlak sepanjang sesuai dengan batasan yang berlaku.

Yang berhak untuk memberikan masukan ke manajer investasi adalah komite investasi yang ditetapkan dalam prospektus reksa dana.
Bentuk protes yang paling gampang ketika kinerja manajer investasi tidak memuaskan dalam jangka waktu yang cukup panjang adalah memindahkan dana ke manajer investasi yang lain.

4. Meminta bertemu dengan Manajer Investasi langsung
Sebagai investor, terkadang nasabah merasa berhak untuk menemui dan berdiskusi langsung dengan manajer investasi pengelola reksa dana. Pada kenyataannya, pelayanan terhadap investor merupakan tanggung jawab dari divisi pemasaran dan pelayanan nasabah.

Dalam praktik secara umum, jumlah investor reksa dana bisa mencapai ribuan hingga puluhan ribu orang. Untuk itu, adalah tidak mungkin bagi manajer investasi untuk menemui semuanya dan terus terang hal ini juga bukan hak investor.

Namun reksa dana sebagai bisnis kepercayaan tentu juga memerlukan pertemuan dengan manajer investasi sebagai pengelola untuk membangun hubungan jangka panjang.
Untuk itu, biasanya pertemuan antara manajer investasi dengan investor reksa dana bisa difasilitasi dalam bentuk gathering nasabah, conference call online ataupun artikel di media massa.

5. Meminta jaminan hasil investasi
reksa dana sebagai instrumen investasi tentu memiliki risiko.reksa dana juga tidak dapat memberikan jaminan keuntungan kecuali untuk jenis reksa dana terproteksi yang diperbolehkan memberikan indikasi bagi hasil.

Namun secara umum, hasil investasi baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang tidak dapat dipastikan dan sebagai investor juga tidak dapat meminta jaminan hasil investasi akan mencapai target yang ditetapkan.

Investor reksa dana perlu memahami bahwa dengan melakukan investasi, berarti mereka mengambil risiko bisa mendapatkan hasil di atas inflasi namun dengan risiko mengalami kerugian sekonservatif apapun jenis reksa dana pilihannya.

6. Menjual reksa dana melalui agen penjual yang berbeda
Adalah praktek yang sangat umum bahwa suatu reksa dana dijual oleh lebih dari 1 agen penjual. Sangat umum juga seorang investor reksa dana membeli reksa dana yang sama dari beberapa agen yang berbeda.

Meski demikian, ketika melakukan penjualan, reksa dana hanya bisa dijual kembali melalui agen penjual tempat di mana investor membeli reksa dana tersebut.
Jadi, meski merupakan produk dan manajer investasi yang sama, investor tidak diperkenankan untuk menjual reksa dana melalui agen penjual lain.

Investor juga tidak dapat menyatukan laporan kepemilikan reksa dana dari beberapa agen penjual di satu agen penjual saja. Hal ini akan dimungkinkan dengan diberlakukannya SID (Single Investor Identity) pada reksa dana, namun hingga saat ini, masih dalam proses pengembangan.

7. Meminta pencairan reksa dana ke rekening yang ditunjuk
Pencairan reksa dana atau disebut dengan redemption, adalah merupakan hak investor untuk mencairkan sebagian atau seluruh unit penyertaan yang dimilikinya.

Meski demikian, rekening yang menjadi penerima dana pencairan haruslah rekening atas nama pemilik reksa dana. Investor reksa dana tidak dapat meminta dana untuk dicairkan ke rekening atas nama orang lain dengan surat pernyataan meskipun orang tersebut memiliki hubungan saudara, perjanjian bisnis ataupun hubungan lainnya.

Kondisi pencairan rekening ke nama orang lain hanya terjadi ketika pemilik rekening meninggal dunia dan pencairan ditunjuk ke ahli waris yang berhak.

Oleh: Rudiyanto Zh




Untung Rugi Investasi BITCOIN


Bitcoin merupakan digital currency yang mempunyai harga tertinggi. Harga per BTC mencapai $450.  Berikut ini saya sampaikan beberapa  pertimbangan apakah berinvestasi pada bitcoin masih menguntungkan.

Harga bitcoin sangat fluktuatif.
Pergerakan harga bitcoin sangat tidak setabil. Dari harga $450 bisa turun $420 dalam sehari. Margin yang sangat tinggi sehingga anda yang belum mengenal betul mata uang ini bisa merugi ketika membeli bitcoin pada saat harga mahal.

Apakah bitcoin bisa rusak atau hilang?
Semua benda bisa rusak dan hilang demikian juga dengan bitcoin. Kemungkinan bitcoin hilang adalah sangat kecil kecuali anda menyimpanya di komputer sendiri kemudian komputer anda terbakar dan hancur. Kalau anda menyimpanya di wallet service akan sangat sulit untuk hilang asalkan anda tidak lupa password ketika menyimpanya di blockchain.info. Kalau anda lupa bitcoin anda akan terkunci dan tak ada yang mampu membukanya kalaupun ada sangat sedikit orang yang bisa melakukanya.

Status hukum bitcoin belum jelas.
Pemerintah Indonesia belum mengambil sikap tegas terhadap bitcoin. Apakah menetapkan sebagai mata uang atau komoditas. Pemerintah AS sendiri telah menetapkan bitcoin sebagai komoditas walaupun pada prakteknya banyak orang Amerika menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran.

Penambangan bitcoin baru mencapai ½ dari 21 juta.
Ini adalah peluang besar untuk berinvestasi. Investasi penambangan bitcoin (bitcoin mining) menjanjikan keuntungan yang besar. Namun perlu hati-hati memilih investasi mining bitcoin.

Investasi Mining bitcoin
Banyak investasi HYIP (High Yield Investment Program) menggunakan bitcoin sebagai pembayaranya.

Investasi HYIP pada akhirnya akan berujung pada kerugian si investor karena system  yang digunakan adalah skema PONZI. Baca Apa itu Ponzi?. Jangan sampai anda terjebak investasi dengan model seperti ini.

Apakah investasi bitcoin masih menguntungkan?
Secara umum investasi bitcoin pada mining masih menjanjikan keuntungan karena mining bitcoin akan berakhir kira-kira tahun 2024.  Pada awal kemunculan bitcoin pada tahun 2009, harga per BTC antara belasan dan puluhan dollar, sekarang diatas empat ratus dollar. Kemungkinan harga bitcoin semakin naik sangatlah besar karena tingginya animo masyarkat dan perusahaan besar  yang mulai menerima bitcoin.

Membeli bitcoin untuk disimpan.
Kalau anda suka berinvestasi , bitcoin bisa menjadi pilihan. Namun apakah  menyimpan bitcoin menguntungkan? Bisa ya bisa tidak. Sekarang ini  fluktuasi bitcoin terhadap dollar antara $300-$400 / BTC. Apakah harga bitcoin akan terus naik? Kalau melihat supply dan demand, dalam beberapa tahun kedepan bitcoin masih mengalami kenaikan. Kesimpulanya adalah menyimpan bitcoin bisa jadi menguntungkan  bisa juga tidak namun menyimpan  bitcoin tidak ada ruginya asalkan anda ingat pasword atau private keynya. Jika anda lupa repot bisa-bisa hilang investasi bitcoin tersebut. Kedepan harga bitcoin diperkirakan akan terus naik.

Dimana Investasi mining bitcoin yang aman dan menguntungkan?
Meskipun banyak investasi berskema PONZI masih ada juga investasi mining bitcoin yang aman. Investasi aman bukan  berarti cepat dapat untung atau ROI nya cepat. Pada umumnya investasi bitcoin akan mendapatkan keuntungan setelah 12 – 16 bulan.

Mining aman dengan modal kecil sebagai percobaan bagi pemula yang saya rekomendasikan adalah eobot. Eobot adalah perusahaan mining bitcoin yang berlokasi di USA.   (Cara beli Cloud mining di eobot )Kalau anda tidak mau rugi , anda juga melakukan mining dengan software eobot. Namun tentu  hasilnya kecil.

Anda bisa mendapatkan informasi bagus seputar Bitcoin dengan lengkap di :

Riset: Wanita Lebih Jago Investasi Ketimbang Pria

Biro konsultan investasi SigFig meneliti lebih dari 50.000 akun invetasi yang terdapat dalam CNBC. Mereka pun menemukan satu fakta yang unik. Dalam berinvestasi, wanita ternyata memiliki kemampuan lebih baik dibanding pria.

Melansir laman CNBC, data yang dikeluarkan oleh SigFifg menilai bahwa selama beberapa tahun ke belakang wanita mampu mengalahkan pria dalam segi investasi.

Hal ini dikarenakan pria cenderung untuk berinvestasi dalam nilai yang besar, namun pengeluaran yang mereka lakukan juga cenderung besar. Hasilnya total nilai investasi yang dihasilan wanita cenderung lebih besar dibanding pria.

Penelitian tersebut dilakukan di lantai bursa New York Stock Exchange. Pada tahun 2016, wanita mampu unggul dari pria dengan nilai performa -7,2 persen. Sementara nilai performa investor pria berada di level -7,6 persen.

Pria melakukan investasi 30 persen lebih banyak dibanding wanita sehingga risiko yang ditanggung pria lebih besar. Penelitian lain yang dilakukan oleh Tahira Hira dan Cecilia Loibl juga mengungkap perbedaan gaya investasi antara pria dan wanita.

Dalam buku Handbook of Consumer Finance Research mereka mengungkap bahwa Laki-laki merupakan sosok yang cenderung senang belajar mandiri.

Sementara wanita lebih mengandalkan jaringan pribadi dengan teman-teman, keluarga dan perencana keuangan. Mereka memilih pendekatan jaringan untuk mengumpulkan informasi akan investasi.

Sumber:liputan6.com dan mnc.com


Tips Menghindari Penipuan Investasi


Dalam merencanakan keuangan untuk masa depan, Investasi merupakan salah satu instrumen yang wajib untuk kita lakukan. Namun demikian, masyarakat dan calon investor perlu waspada dalam memilih dan menggunakan produk investasi yang ditawaran.

Sudah banyak penipuan yang terjadi dengan mengatasnamakan investasi, sebaiknya Anda berhati hati karena akhir akhir ini banyak beredar investasi palsu yang bukannya memberikan keuntungan, tetapi malah memberikan kerugian yang besar terhadap Anda.
Untuk itu kami rangkum beberapa tips investasi, sebagai reminder Anda untuk lebih berhati-hati dalam ber-investasi, sebagai berikut:

Gunakan Logika.
Jangan cepat tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar. Semisal program tersebut menjanjikan tingkat keuntungan yang jauh melebihi hasil tingkat bunga Bank umum dan bahkan dijanjikan tidak akan merugi.

Ingatlah bahwa hasil investasi selalu berbanding lurus dengan resiko yang ditanggungnya;
Jangan terjebak untuk melakukan investasi sekalipun yang menawarkan adalah orang yang Anda kenal dekat;

Waspadai Replikasi dan penguncian Dana. Hati-hati apabila Anda diminta merekrut investor lain dan proses pencairan keuntungan yang sulit.


Pahami Ketentuan Yang Berlaku.

Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada, saat ini terdapat beberapa jenis izin usaha untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi :
  • Undang-Undang No. 10 tahun 1998 perubahan atas Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, disebutkan bahwa Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Setiap pihak yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, wajib terlebih dahulu mendapatkan izin usaha sebagai Bank dari Bank Indonesia. (Sebagai informasi, mulai 2014 perizinan dan pengawasan Bank beralih ke OJK).
  • Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Undang-undang Pasar Modal), izin usaha Manajer Investasi diberikan oleh Bapepam dan LK. Adapun lingkup kegiatan usaha Manajer Investasi meliputi pengelolaan portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah. Dana yang dikelola oleh Manajer Investasi diinvestasikan pada instrumen Efek sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Pasar Modal, yaitu surat berharga yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif (produk turunan) dari Efek.
  • Sedangkan izin usaha Pialang Perdagangan Berjangka (Pialang Berjangka) diberikan oleh Bappebti berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Izin usaha ini mencakup kegiatan yang berkaitan dengan jual beli komoditi berdasarkan kontrak berjangka atas amanat nasabah dengan menarik sejumlah uang dan atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.


Investasilah di Bank Yang Ikut Dalam Penjaminan LPS



Jika Anda berinvestasitasi di salah satu Bank, baik itu berupa tabungan, giro, sertifikat deposito dan deposito berjangka dan lainnya, maka Anda wajib memastikan bahwa Bank tersebut telah ikut serja dalam penjamain LPS.

LPS adalah lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009.

LPS berfungsi menjamin simpanan nasabah bank dan turut aktif dalam menjaga stabilitas sistem perbankan sesuai kewenangannya.

Adapun jenis simpanan di bank yang dijamin meliputi tabungan, giro, sertifikat deposito dan deposito berjangka serta jenis simpanan lainnya yang dipersamakan dengan itu. LPS juga menjamin simpanan nasabah bank syariah yang berbentuk giro wadiah, tabungan wadiah, tabungan mudharabah, dan deposito mudharabah.

LPS menjamin simpanan pada seluruh bank konvensional dan bank syariah yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia, baik Bank Umum (Bank Asing, Bank Campuran, Bank Swasta Nasional, Bank Pembangunan Daerah dan Bank milik Pemerintah) maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Lalu Berapa Nilai Simpanan Yang Dijamin LPS?
Nilai simpanan yang dijamin oleh LPS paling tinggi sebesar Rp 2 milyar per nasabah per bank sejak tanggal 13 Oktober 2008. Apabila seorang nasabah mempunyai beberapa rekening simpanan pada satu bank, maka untuk menghitung simpanan yang dijamin, saldo seluruh rekening tersebut dijumlahkan.

Nilai simpanan yang dijamin tersebut meliputi pokok ditambah bunga untuk bank konvensional, atau pokok ditambah bagi hasil yang telah menjadi hak nasabah untuk bank syariah.


Informasi lebih lanjut tentang LPS dapat And abaca di lps.go.id

5 Tips Agar Tak Terjebak Investasi Bodong


Mendapatkan tawaran investasi dengan untung besar dalam sekejab memang menggiurkan. Tapi hati-hati, jangan sampai Anda terjebak pada jeratan penipuan investasi atau dikenal dengan investasi bodong.

Alih-alih mendapatkan keuntungan, justru dana nasabah yang tersimpan juga ikut lenyap dan tidak jelas keberadaannya.

Untuk menghindari jatuh korban semakin banyak di kalangan masyarakat karena bentuk investasi ini, ada banyak kiat khusus yang dapat diterapkan bagi masyarakat agar bisa berinvestasi secara aman dan bebas dari investasi bodong.

Seperti yang dilansir dari laman financialmentor.com, berikut beberapa tips yang dapat Anda ikuti:

1. Waspada jika dapat tawaran keuntungan yang luar biasa menarik
Memang tidak semua tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan yang menarik bisa dikategorikan investasi bodong, namun ada baiknya Anda waspada jika mendapat tawaran yang demikian.

Lakukan penghitungan matematika secara sederhana untuk memperkirakan apakah tawaran tersebut masuk akal. Terutama jika dengan uang yang jumlahnya tidak terlalu besar, Anda dijanjikan keuntungan yang sangat besar dan dalam jangka waktu yang sangat pendek.

2. Lakukan pemeriksaan dokumen perizinan lembaga atau perusahaan investasi
Setiap lembaga atau produk keuangan, terutama yang menghimpun dana masyarakat dan pengelolaan investasi harus mengantongi izin resmi dari instansi terkait dan berwenang dalam mengurus masalah ini, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti).

Jadi waspadalah jika perusahaan atau lembaga tersebut hanya memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) untuk menjalankan produk investasinya, karena SIUP bukan izin untuk melakukan penghimpunan dana dan pengelolaan investasi.

3. Telitilah bentuk dan cara pemasaran produk Investasi
Dalam berbagai produk investasi yang resmi, mekanisme cara kerja, pembagian keuntungan, dan hal-hal lainnya sudah diatur secara jelas, bakan sebagian besar perusahaan sudah memiliki standar operasi yang baku dalam menjalankan produknya.

Namun sebaliknya, perusahaan atau lembaga yang menjalankan produk investasi bodong, terkadang tidak mempunyai standar baku tentang bagaimana menjalankan produk investasi tersebut, bahkan ada beberapa investasi bodong yang justru tidak memiliki produk dan cara penjualan yang resmi.

4. Jangan menyerahkan dana sebelum membuat dan menandatangani perjanjian yang resmi dan detail.
Sebelum menandatangani perjanjian tersebut, baca dengan teliti setiap pasal yang tertuang dalam perjanjian tersebut agar tidak menimbulkan salah persepsi di kemudian hari. Jika perlu, lakukan pengikatan perjanjian jual beli tersebut dihadapan notaris.

5. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya
Coba kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk investasi tersebut, bagaimana perusahaan atau lembaga tersebut menanamkan investasi para nasabahnya, instrumen apa yang digunakan perusahaan atau lembaga tersebut untuk menghasilkan keuntungan seperti yang dijanjikan.

Jika investasi ditanamkan dalam bentuk riil, seperti perkebunan, sebisa mungkin Anda meluangkan waktu untuk melihat secara langsung produk riil dari investasi tersebut, dan jangan lengah meskipun Anda telah menjadi bagian dari investasi tersebut, Anda harus tetap memantau perkembangan produk yang Anda investasikan.


Dua Cara Menjadi Investor Pintar


Ada dua cara untuk menjadi investor pintar. Dua cara ini pernah ditulis dan dikemukakan oleh Benjamin Graham dalam bukunya The Inteligent Investor. Dua cara tersebut adalah:
  1. Investor Aktif. Yaitu investor dengan terus menerus meneliti, menyeleksi dan memonitor bauran dinamis berbagai saham, obligasi atau mutual fund (Reksa Dana).
  2. Investor Pasif. Yaitu menciptakan portofolio permanen yang berjalan dengan sendirinya dan tak memerlukan usaha lebih lanjut.

Pendekatan yang pertama, yang disebut Graham sebagai investor aktif atau “berani” ini memerlukan banyak waktu dan energy, sedangkan pendekatan kedua yang disebut dengan investor pasif atau “defensif” hanya memerlukan sedikit waktu atau usaha, namun membutuhkan kesederhanaan total dan kerendahan hati untuk tidak tergoda oleh hirup pikuk dan gemerlapnya pasar.

Charles Ellis, seorang pemikir investasi,  menjelaskan bahwa pendekatan aktif nan agresif adalah pendekatan yang melelahkan secara fisik dan intelektual, sedangkan pendekatan defensif sangat membutuhkan pengendalian emosi.

Jika Anda memiliki banyak waktu, berkarakter kompetitif, berpikir seperti seorang penggemar olahraga, dan menikmati tantangan intelektual yang rumit, maka pendekatan aktif akan cocok bagi Anda. Namun jika Anda selalu merasa terburu waktu, menginginkan kemudahan, dan tak terlalu memikirkan uang, maka pendekatan pasif lah yang cocok untuk Anda. Tentu saja penggabungan kedua metode tersebut sah-sah saja Anda lakukan sepanjang Anda nyaman dan kompatibel dengannya.

Kedua pendekatan tersebut sama pintarnya, dan Anda bisa sukses dengan pilihan manapun, namun itu berlaku ketika Anda mengenali diri Anda dengan sangat baik sehingga Anda tahu mana yang cocok degan Anda, lalu ketika Anda telah memilihnya, Anda pegang teguh pilihan Anda sepanjang Anda berinvestasi serta tetap menjaga dana dan emosi Anda tetap terkendali.


13 Alasan Mengapa Kita Perlu Berinvestasi Di Properti (2)


Tiga belas alasan mengapa memilih berinvestasi di property dari Joe Hartanto ini dikutip dari e-book beliau Property Cash Machine. Tujuh diantaranya telah di posting beberapa hari lalu.

8. Mendapat uang tanpa menjual
Hanya sedikit jenis investasi yang bisa seperti ini. Selain dengan menyewakan atau menjadikannya sebagai tempat usaha, Anda bisa menikmati hal ini dengan cukup melakukan refinancing. Refinancing atau pendanaan ulang pernah saya lakukan atas rumah tinggal saya untuk mendapatkan modal tambahan membuka sebuah bisnis. Dan dari bisnis itu, saya berhasil menciptakan cash flow positif.

9. Tidak menyita waktu
Suatu hari teman saya panik. Saya bingung melihatnya. Ternyata, nilai indeks saham di Amerika semalam anjlok. Hal itu jelas mempengaruhi saham yang ia miliki. Ia kemudian terbenam dalam utak-atik saham bersama pialangnya seharian. Katanya, hal itu tidak hanya terjadi pada hari itu saja, tetapi sudah berkalikali. Akibatnya, setiap ada informasi negatif, ia harus siap-siap.

Selama ini, investasi di surat berharga, seperti saham, dianggap tidak menyita waktu. Namun, bukti di atas berkata lain. Ini berbeda dengan investasi di properti. Kita sebagai pemilik properti tidak perlu panik seperti teman saya itu. Dalam melaksanakan kegiatan rutin, kita bisa mempekerjakan orang lain.

Nilai properti tidak pernah anjlok dalam hitungan detik sehingga kita bisa lebih tenang menjalani hidup. Saya punya beberapa rumah sewaan, tetapi jarang menengoknya. Yang paling sering saya tengok justru rekening di bank, tempat para penyewa mentransfer biaya sewa. Otomatis investasi properti tidak menyita waktu.

10. Nilainya naik terus secara konsisten
Anda tidak perlu khawatir bahwa nilai properti Anda tiba-tiba dalam hitungan hari atau bulan menyusut sangat jauh, sampai tinggal 25 persen atau bahkan 10 persen dari nilai saat Anda membelinya.

Seandainya properti yang Anda beli Anda diamkan saja, tidak Anda renovasi, atau tidak Anda tambahi apa pun, nilainya pada 10 tahun kemudian pasti tetap naik berlipatlipat.

11. Sarana penghematan pajak yang legal dan menguntungkan
Secara pembukuan, nilai bangunan sebuah property bisa “disusutkan” setiap tahun. Di sini, yang disusutkan hanyalah nilai bukunya, tetapi nilai sesungguhnya tidak pernah susut, kecuali bangunan itu tidak terawatt dan mau roboh. Nilai penyusutan tersebut bias dimasukkan sebagai biaya yang akan mengurangi tingkat keuntungan usaha Anda sebelum terkena pajak.

12. Bank sangat suka dengan pinjaman investasi properti
Bank tahu persis bahwa risiko investasi properti jauh lebih rendah daripada jenis investasi lainnya. Ini terbukti dengan lebih rendahnya bunga kredit property dibandingkan dengan kredit lainnya. Jangka waktupinjamannya pun jauh lebih panjang.

13. Orang kaya berinvestasi di properti
Selain berbisnis di bidang usahanya, mereka juga berinvestasi di sektor properti. Bahkan mereka yang dikenal sebagai pengusaha di bidang non-properti ternyata bidang usaha sesungguhnya adalah investasi properti. Salah satu contohnya adalah Ray Kroc, pemilik McDonald. Jaringan franchise asal Amerika ini memang menjajakan makanan cepat saji. Namun, di balik itu, ternyata perusahaan itu justru berinvestasi di properti.

Dalam bukunya, Ray Kroc menyebutkan bahwa perusahaannya bukanlah penjual hamburger, melainkan perusahaan investasi real estat. Perusahaannya tidak hanya mendapatkan uang dari franchise fee dan royalti, melainkan juga dari menyewakan aset property kepada para franchisee-nya. Dari ribuan outlet McDonald, sebagian adalah aset milik perusahaan franchise itu sendiri, dan dari sejumlah outlet itu uang sewa mengalir ke kas setiap bulan. Belum lagi capital gain atau kenaikan nilai propertinya.

Joe Hartanto
Entrepreneur, Investor, Trainer

13 Alasan Mengapa Kita Perlu Berinvestasi Di Properti (1)


Tiga belas alas an dari Joe Hartanto ini dikutip dari e-book beliau Property Cash Machine.
Berikut ini adalah ringakasan ketiga belas alasantersebut:

1. “They are not making anymore land”
Demikian ungkapan sederhana Mark Twain ketika menggambarkan keterbatasan lahan properti. Diterjemahkan secara bebas, ungkapan itu dalam bahasa Indonesia bisa berbunyi: “Tuhan tidak menciptakan bumi yang kedua.” Properti adalah produk yang sangat terbatas.

Saya pernah secara iseng melihat dalam Buku Pintar bahwa luas daratan bumi adalah 148.940.540 kilometer persegi. Kapan pun luas itu tentu tidak akan pernah bertambah. Maka tidak aneh bahwa lahan menjadi rebutan banyak pihak dan nilai properti terus meningkat mengikuti hukum ekonomi.

2. Kontrol ada di tangan Anda
Mari kita lihat instrumen investasi lain terlebih dulu. Jika Anda berinvestasi di pasar saham, bisakah Anda mengontrol pasar? Tidak. Hargasaham sepenuhnya tergantung pada kemauan pasar. Bagaimana dengan emas? Kata orang, emas merupakan salah satu portofolio investasi yang sangat aman dan menjanjikan.

Setiap tahun harganya selalu meningkat. Benar, tetapi pertanyaannya adalah apakah Anda bisa mengontrol harganya? Tentu tidak. Harga emas tergantung pada pergerakan pasar. Lagi pula, untuk mendapatkan uang darinya, Anda harus melepas kepemilikan Anda. Tidak bisa tidak.

Sekarang bandingkan dengan investasi properti. Sebagian besar kontrol ada di tangan Anda! Harga jual bisa Anda atur. Bisa dinaikkan dengan tindakan tertentu, atau bisa diturunkan pada kondisi lainnya. Properti juga dapat menghasilkan uang tanpa harus  dijual. Anda bisa menyewakannya atau melakukan refinancing terhadapnya.

3. Terlindung dari inflasi
Berdasarkan pengalaman sejak dulu kala, nilai investasi properti tidak pernah turun. Paling tidak, selalu lebih tinggi daripada inflasi. Bahkan pada saat krisis ekonomi mendera Indonesia beberapa tahun silam, nilai properti melonjak tajam setelah krisis mereda. Pada 2008, ketika inflasi bergerak di atas 12 persen, rata-rata kenaikan harga properti lebih tinggi daripada angka inflasi itu.

Bandingkan dengan deposito, misalnya. Bunga deposito sering kali lebih rendah daripada inflasi. Nilai uang di deposito bukannya bertambah, tetapi malah berkurang. Tepat apa yang dikatakan Robert T. Kiyosaki bahwa orang yang paling banyak memiliki  deposito sebenarnya adalah orang yang miskin, karena setiap saat nilai uang yang didepositokannya bias semakin berkurang.

4. Properti senilai 10 bisa dibeli dengan bayaran senilai 1 saja
Ketika membeli aset properti, Anda bisa menggunakan pengungkit (leverage). Anda tidak perlu punya uang sebanyak harga properti itu. Misalnya, ada aset yang harga jualnya Rp 1 miliar. Apakah Anda harus punya uang Rp 1 miliar untuk membelinya? Tidak. Kita bias membayar DP-nya saja untuk menguasai aset itu. Sisanya dibiayai oleh pihak lain dan yang membayar cicilannya bukan kita, melainkan aset itu sendiri.

Dengan demikian, kita hanya perlu membayar Rp 100 juta. Bahkan, dengan strategi tertentu, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali dan malah mendapat cash back.

5. Mendapat untung saat membeli
Ini merupakan salah satu alasan favorit saya ketika mulai berinvestasi di properti. Padahal, hukum investasi lain mengatakan bahwa hasil investasi baru bias didapat dalam beberapa waktu ke depan, bukan pada saat memulai.

Sebagai contoh, pada 2004, saya melakukan transaksi pembelian sebuah town house di Karawaci. Saat itu, harga pasar properti tersebut adalah sekitar Rp 120 juta dan harga NJOP-nya Rp 115 jutaan. Namun, saya berhasil membelinya hanya dengan harga Rp 90 juta. Itu berarti pada saat membeli saya langsung untung Rp 30 juta. Angka itulah yang akan saya dapat jika saat itu saya langsung menjualnya lagi dengan harga pasar.

6. Nilai aset bisa ditingkatkan dengan modal kecil
Hanya properti yang bisa ditingkatkan nilainya dengan tindakan sangat sederhana dan biaya rendah. Misalnya, Anda cukup mengecat ulang, mengubah pagar, atau menambah kanopi untuk mendongkrak nilai aset Anda.

7. Mendapat dua keuntungan sekaligus: capital gain dan cash flow
Lagi-lagi hanya properti yang bisa begini. Sekali mengayuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui.

Capital gain atau juga disebut keuntungan investasi adalah selisih antara harga saat ini dan harga saat membeli. Sedangkan cash flow adalah penghasilan yang diberikan oleh aset itu. Aset itu bekerja untuk membiayai dirinya sendiri, entah dari uang sewa atau bisnis diatasnya. Pendek kata, makin produktif sebuah aset, makin besar cash flow yang Anda dapatkan.

Joe Hartanto
Entrepreneur, Investor, Trainer

Investasi Jabon Melalui Program I-GIST


Pohon Jabon tidak asing lagi bagi anda yang suka bergelut dibidang agrobisnis, Pohon Jabon atau Anthocephalus Cadamba atau yang biasa dikenal dengan nama Jati Bongsor adalah tanaman kayu yang sangat bagus untuk penghijauan dimana tumbuhan ini pertumbuhanya paling cepat di dunia dibanding dengan tanaman kayu keras yang lainya, bahkan lebih cepat dibanding pertumbuhan kayu Sengon. Kayu Jabon bermanfaat untuk mahan bakuplywood, blockboard, partical board, pulp (industri kertas), sektor kerajinan kayu ukiran, peti kemas.

Mengapa Memilih Kayu Jabon? 
  • Kebutuhan kayu dunia semakin melonjak dari tahun ke tahun, sedangkan kondisi hutan di Indonesia semakin krisis. Berdasarkan data, Indonesia setiap tahun setidaknya membutuhkan 72-juta kubik kayu siap olah, dan saat itu baru terpenuhi sekitar 50-juta kubik saja, itupun sebagian besar dari hasil tebang hutan alam di Idonesia. Sedangkan akhir-akhir ini pemerintah telah melarang keras penebangan hutan alam untuk industri kayu di Indonesia. Artinya investasi kayu di indonesia peluangnya sangat amat besar.
  • Pertumbuhan pohon jabon rata-rata bisa mencapai diameter 10 cm pertahun dan tingginya dapat mecapai 25 m. Kayu Jabon dapat dipanen pada usia 5 tahun dengan volume kayu sekitar 0,9 m3 sampai 1,5 m3 per 1 pohon dengan harga jual mencapai diatas Rp.1.000.000/kubik, harga pohon ditentukan harga pasar pada saat panen.
  • Pohon jabon dapat mudah tumbuh pada lahan terbuka, tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, dan tanah berbatu (tepat untuk penghijauan lahan kritis). Jabon juga tidak membutuhkan perawatan istimewa, tahan terhadap hama penyakit dan memiliki daun yang lebar dan hijau, sehingga menyerap CO2 besar, dan menghasilkan banyak oksigen.
  • Pohon Jabon sangat populer dikalangan industri kayu di Indonesia, dan cocok sebagai bahan baku furniture, kayu lapis, pulp, kertas, dan berbagai industri kayu yang lain. Selain itu permintaan kayu Jabon terus meningkat setiap tahunya. Kebutuhan kayu dunia yang semakin melonjak setiap tahunya, tidak diimbangi dengan suplay kayu yang ada, bahkan kondisi hutan di Indonesia saat ini semakin kritis. 

Apa Itu I-Gist?

I-GIST adalah salah satu program yang dimiliki oleh PT.GMN yaitu dalam biadang penyedia bibit unggul pohon jabon dengan memberikan penempatan lahan dan perawatan hingga 2 kali panen secara GRATIS . Dengan program pengembangan hutan tanaman bersama i-gist hal ini sangat berpotensi untuk memenuhi kebutuhan industri kayu olahan indonesia disektor bahan baku plywood, blockboard, partical board, pulp (industri kertas), sektor kerajinan kayu ukiran, peti kemas dan lain sebagainya. Di bawah ini adalah manfaat dari kayu jabon bagi industri. 

Keunggulan Program I-Gist 
  1. GRATIS PENCARIAN LAHAN - Anda tidak perlu menyiapkan lahan karena kegiatan operasional akan dilakukan oleh PT.GMN (Investor tinggal menunggu masa panen)
  2. PERUSAHAAN DENGAN LEGALITAS JELAS DAN LENGKAP, dalam hal ini PT.GMN didukung oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat. 
  3. SERTIFIKAT RESMI KEPEMILIKAN POHON JABON dan dilegalisir diatas materai dan setempel notaris, sehingga bisa dipastikan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
  4. PT.GMN menyediakan 20% hingga 100% pohon cadangan dari dari jumlah pohon yang ditanam investor dimana pohon ini akan dimanfaatkan sebagai pohon pengganti bila pohon jabon investor bermasalah.
  5. Setiap area tertentu akan dipasang kamera CCTV (sistem Eye-Grow) , yang akan memantau pertumbuhan tanaman dari investor setiap 5 detiknya. Sehingga investor dapat memantau pertumbuhan tanamannya secara online, bahkan dapat diliat oleh seluruh dunia.
PT.GLOBAL MEDIA NUSANTARA adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang internet teknologi berbasis e-commerce yang Didukung dengan Management dan IT Profesional yang berdiri pada tahun 2005, pada tahun 2006 PT.Global Media Nusantara meluncurkan program GIS yang hingga saat ini telah menciptakan usahawan-usahawan diseluruh Nusantara, adapun PT. Global Media Nusantara mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen mutu yang mengacu pada persyaratan ISO 9001 versi 2008. Dengan legalitas perusahaan sebagai berikut:
  • NAMA PERUSAHAAN:PT. Global Media Nusantara
  • AKTA NOTARIS: Akta no : 20,Tanggal 30 April 2005
  • SIUP:No. 510/2-602-DISINDAG/2005
  • SIUPL:5/1/SIUPL/I/PMDN/PERDAGANGAN/2012
  • SERTIFIKAT HALAL:No. 525/SK/MUI-JBR/X/2009
  • TDP:No. 101115211277
  • NPWP:No. 02.480.9337.7-423.000
  • IJIN GANGGUAN:No. 536/SI-6187/KPMD/2005
  • DOMISILI:No. 22/DP/X/2005
  • PENGESAHAN KEHAKIMAN: No. C-01590 HT.01.TH.2006
Anda berminat berinvestasi dengan PT. GMN? Silahkan mengunjungi website mereka untuk mengetahui paket-paket investasi lebih jauh di www.jabonkita.com

Investasi di Budidaya Singkong Dan Jahe


Indonesia yang kaya raya ‘ijo royo royo gemah ripah loh jinawi’ ternyata belum bisa memberikan pemenuhan kebutuhan pangan bagi rakyatnya, banyak kebutuhan pangan yang masih import dari negara lain seperti beras, gula, daging, bahkan gandum kita harus import 100%. Data menunjukkan bahkan untuk Singkongpun, dengan kapasitas Produksi Indonesia yang lebih dari 28 juta ton per tahun pun ternyata Indonesia masih harus import sebesar 2 juta ton (Data Masyarakat Singkong Indonesia). Oleh karena itu kita harus benar memperjuangkan produksi pangan karena pangan menyangkut hajat hidup keberlangsungan penduduk Indonesia.

BUDIDAYA ID yang dikelola oleh PT Mitra Budidaya Mandiri melakukan penananaman yang terdiri dari 2 (dua) macam budidaya yaitu budidaya singkong dan budidaya jahe.

1. Budidaya Singkong (Manihot Utilisima)
Budidaya singkong diawali dari pra tanam hingga pasca panen. Budidaya singkong dilakukan karena kebutuhan akan singkong sangat tinggi, di mana Indonesia saja membutuhkan lebih dari 20 juta ton setiap tahunnya baik untuk pangan maupun non pangan yang digunakan oleh berbagai industri. Budidaya singkong memiliki keunggulan karena sebagai tanaman tahunan singkong dapat ditanam sepanjang tahun, tidak mengenal musim, baik musim hujan  maupun kemarau.

 2. Budidaya Jahe (Zingiber Officinale) Semakin meningkatnya industri farmasi dan kebutuhan akan kesehatan yang kembali ke alam (back to nature), kebutuhan akan bahan baku jahe menjadi sangat tinggi mencapai lebih dari 47.000 ton setiap tahunnya. Jahe sebagai tanaman obat asli Indonesia dapat digunakan pada berbagai macam produk obat. Bahkan selain digunakan di dalam negeri sebagai obat tradisional alami, jahe dalam kapasitas besar juga diekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Singapore dan negara-negara Eropa lainnya.

Proses budidaya dikelola oleh manajemen pengelola selama musim tanam total +- 12 bulan. Dengan rincian 1 bulan (pra budidaya) pengolahan lahan tahap awal, 10 bulan penanaman jahe, dan 1 bulan (pasca panen) untuk pemanenan dan penjualan produk.

Ada 7 keuntungan jika bergabung dengan Budidaya.Id:
  1. Pasive Income dan Hemat Waktu. Mitra budidaya tidak harus turun tangan dari perencanaan hingga panen.
  2. Keuntungan rasional. Keuntungan mencapai 30% hingga 100%  pertahun permusim tanam
  3. Garansi  keuntungan panen minimal 10 %.
  4. Keahlian dan pengalaman pengelola budidaya tidak diragukan
  5. Pengembalian modal tanpa potongan jika pemilik modal ingin menarik modal sebelum waktu kontrak
  6. Mengurangi resiko gagal budidaya hingga 25 %
  7. Mengangkat dan memberdayakan bahan baku lokal


Saat tulisan ini diturunkan paket investasi yang ditawarkan adalah:
  • Kemitraan budidaya singkon Rp. 24.000.000,-
  • Kemitraan budidaya jahe Rp. 26.000.000,-


Kontak Budidaya.id: KANTOR PUSAT:
JALAN BUGISAN NO. 36 PATANGPULUHAN, WIROBRAJAN, YOGYAKARTA
TELP/FAX. (0274) 381900, HOTLINE: 0877 3884 4446
EMAIL: INFO@BUDIDAYAID.COM